Dirut Garuda Terancam Hukuman Perdata dan Pidana

RBN, Berita Nasional –  Beberapa hari ini Garuda Indonesia kembali menghadapi isu penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970an. Di mana, Dirut Garuda Indonesia Ari Ashkara disebut sebagai pemilik barang ilegal itu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, akibat ulah tersebut Ari Ashkara terancam hukuman perdata dan pidana. Sebab, mendatangkan kerugian terhadap negara dan merencanakan pembelian secara terstruktur.

“Apalagi ditulis kerugian negara dan ini menjadi faktor perdata, tapi juga ada pidananya. Ini yang memberatkan,” ujar Erick saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Erick melanjutkan, Kementerian BUMN akan mencari seluruh oknum yang terlibat dalam penyelundupan tersebut. Kementerian BUMN akan menggandeng Kementerian Keuangan dalam menyelidiki kasus penyelundupan melalui pesawat Garuda Indonesia ini.

“Tentu proses tidak sampai di situ saja, kita akan terus melihat lagi oknum-oknum yang tersangkut dalam kasus ini dan saya yakin Ibu Menkeu dan Dirjen BC akan memproses secara tuntas,” jelasnya.

Maskapai Garuda Indonesia kembali menyita perhatian publik. Kali ini, petugas Bea dan Cukai menemukan sparepart atau suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di dalam maskapai berpelat merah tersebut.

Penemuan dalam kargo pesawat Garuda Indonesia itu  penerbangan dari Prancis ke Indonesia pada 27 November 2019. Onderdil itu diduga dibawa oleh satu karyawan Garuda Indonesia.

Oknum tersebut diduga membawa motor mewah dalam bentuk paketan terpisah sebanyak 15 koli. Barang mewah tersebut diketahui berada di dalam bagasi pesawat milik Garuda Indonesia.(**)

 

SHARED

Komentar