Pembunuh Bocah Tewas Tanpa Kepala Dibekuk Polisi

RBN – Anak di bawah umur yang ditemukan tewas tanpa kepala di lokasi tambang emas tanpa izin di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah pada Jumat (6/12) lalu diduga merupakan korban asusila dan pembunuhan. Kepolisian Polres Katingan, mengungkap pelaku yang diduga pembunuh bocah sekolah dasar (SD) Negeri 1 Desa Tumbang Mahup Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan bernama Hermanto berusia 12 tahun.

Hanya dalam waktu kurang lebih sehari, jajaran Polres Katingan berhasil meringkus pelakunya. Informasi di lapangan menyebutkan, penangkapan terhadap pelaku ini berawal dari penyelidikan anggota yang mencurigai gerak-gerik seseorang yang diduga kuat menjadi pelaku pembunuhan ini. Anggota kemudian mengamankan pelaku dan mengintrogasinya di Mapolres Katingan.

Sejauh ini belum diketahui pasti motif pelaku nekat menghabisi nyawa korban, Lantaran sampai berita ini diturunkan polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Namun kuat dugaan motif pembunuhan karena kelainan seksual. Karena berdasarkan hasil visum at revertum, dokter forensik dari RSUD Doris Sylvanus  dr. Ricka Brilianti, ditemukan ada bekas luka sepanjang 7-8 cm di lubang dubur korban.

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polda Kalteng Kombes Pol. Hendra Rochmawan membenarkan bahwa ada dugaan bocah malang tersebut adalah korban asusila yang dilakukan oleh tersangka berinisial A (35) yang kini sudah diamankan serta sedang dalam perjalanan menuju Polda Kalteng untuk dilakukan pemeriksaan.

“Pelaku pembunuh anak di bawah umur dengan cara mengenaskan itu sedang dalam perjalanan menuju Polda Kalteng, nanti yang bersangkutan akan dimintai keterangan lebih lanjut,” katanya.

Hendra menjelaskan, tersangka tinggal satu daerah dengan korban. Pria yang sudah berkeluarga itu diduga mengidap kelainan seks dan menjadikan bocah malang itu sebagai korban pelampiasan nafsu seksnya. Penyidik nantinya akan melakukan pemeriksaan lebih intensif terhadap tersangka, termasuk dugaan adanya kelainan seks yang diidap tersangka.(tim)

SHARED

Komentar