Refleksi Diri Di Penghujung Tahun

Hampir satu tahun sudah kita lewati, menengok kembali hari, pekan, bulan di belakang, sambil mengingat-ingat kebodohan apa yang sudah kita perbuat, capaian apa yang paling membanggakan, kepedihan apa yang sudah kita lalui atau apa yang telah terjadi dengan dunia.

 

Bila Anda termasuk jenis orang yang rapi dan teliti, tidak membiarkan buku jurnal kosong-melompong, mungkin agak mudah menengok jejak langkah sepanjang tahun. Bagi yang tak punya keteraturan ingatan tentang satu tahun yang sudah berlalu, mungkin lebih memilih fokus pada tahun yang segera berganti.

 

Meski tentu saja evaluasi tetap penting agar tak mengulang-ulang kesalahan yang sama. Jangan sampai tahun ini kita hanya menghabiskan pagu anggaran hanya untuk berbelanja yang tak perlu.

 

Berefleksi seseorang berpikir dalam-dalam atau berhati-hati. Dalam tataran personal, refleksi penting karena manusia mengambil jarak dengan kehidupannya yang sering kali berjalan terlalu cepat, untuk memberi jeda. Jeda waktu digunakan untuk menilai apakah hidup yang dijalani sesuai dengan harapan dan rencana-rencana yang sudah ditetapkan di awal tahun.

 

Sejatinya refleksi akhir tahun adalah manajerial waktu. Ada yang piawai menggunakan waktunya untuk hal-hal yang produktif dan membahagiakan, ada juga yang melewati satu tahun tanpa melakukan hal-hal yang berarti. Ada yang selalu merasa kekurangan waktu, ada juga yang stres karena terlalu banyak waktu senggang tapi tak mengerti harus melakukan apa.

 

Setiap orang memaknai periode satu tahun dengan cara berbeda-beda. Tafsir akan sukses, kebahagiaan, dan capaian pun berbeda pada tiap orang. Tapi apa pun peran seseorang dalam masyarakat, apakah pemimpin, calon pemimpin, atau justru bawahan dalam strata yang paling rendah, umumnya setiap orang menginginkan menjadi yang terbaik dalam karier maupun kehidupan pribadi.(*)

 

SHARED

Komentar