Sepanjang Periode 2016-2019 KPK Telah Menetapkan 608 Tersangka Koruptor Dan 87 Kali Gelar OTT

JAKARTA, RBN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di masa kepemimpinan Agus Rahardjo selama empat tahun ini telah menetapkan sebanyak 608 tersangka yang terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi dan berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara senilai Rp 63 triliun dalam misi pencegahan.

 

“Selama empat tahun terakhir, ada 608 tersangka yang kami tangani dalam berbagai modus perkara,” tutur Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat konferensi pers Laporan Kinerja KPK 2016-2019 di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

 

Menurut dia, OTT yang dilakukan KPK tidak pernah berhenti pada perkara pokok. Pada perjalanan penyidikan, lembaga antirasuah selalu mendapatkan petunjuk ke dugaan perkara lain.

 

“Salah satu contohnya adalah OTT dalam perkara usulan dana perimbangan keuangan daerah. KPK kemudian menetapkan dua kepala daerah dan satu anggota DPR yang diduga terlibat dalam pengurusan dana perimbangan dalam APBN-P 2017 dan APBN 2018,” jelas dia.

 

Kemudian perkara suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi yang menyeret mantan Gubernur Jambi Zumi Zola berikut 11 anggota DPRD provinsi tersebut.

 

Dan kasus pengembangan dari OTT dalam perkara KONI. Selain menguak dana korupsi yang mencapai Rp 7,4 miliar, KPK mengungkap keterlibatan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

 

“Sifat suap yang tertutup, pelaku memiliki kekuasaan dan alat bukti yang cenderung sulit didapatkan membuat praktek suap akan lebih dapat dibongkar melalui metode OTT,” pungkasnya.(*)

 

 

 

 

SHARED

Komentar