Polisi Tangkap Oknum Guru Agama Di Seruyan Yang Nekat Cabuli Muridnya Sendiri

Kuala Pembuang – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Seruyan berhasil mengamakan seorang oknum guru agama di Kabupaten Seruyan, karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Pelaku pencabulan tersebut adalah seorang pria paruh baya yang berinisial BJ (58). Dia merupakan guru Mata Pelajaran Agama Islam di salah satu SD.

Kapolres Seruyan AKBP Ampi Mesias Von Bulow, melalui Kasatreskrim Polres Seruyan Iptu I Wayan Wiratmaja Swetha menjelaskan, kasus itu terungkap setelah salah seorang korban memberanikan diri menceritakan perihal kejadian yang dialaminya kepada orangtuanya.

“Diketahui pada Sabtu 27 Mei 2023 sekitar pukul 09.00 WIB, pelapor yang merupakan ibu dari salah satu korban mendapatkan keterangan dari anaknya bahwa sering diraba oleh guru kelas pada saat proses belajar mengajar,” kata Wayan, Senin (12/6/23).

Kejadian tersebut, lanjut dia, bermula sejak korban duduk di bangku kelas 4 SD atau sekitar dua tahun lalu. Namun, korban yang baru saja menamatkan sekolah tetsebut tak berani menceritakan perihal kejadian yang dialaminya.

“Namun korban baru berani menceritakan kepada orangtuanya saat korban telah lulus dari SD tersebut dan korban pun bercerita bahwa banyak murid perempuan di SD itu yang mendapatkan perlakuan serupa seperti yang dialaminya, bahkan ada empat orang yang menjadi korban dari kelakuan bejat sang guru itu,” ujarnya.

Menurut Wayan, perbuatan bejad tersebut sering dilakukan sang guru saat proses belajar mengajar berlangsung. Akibat dari kejadian tersebut, orangtua pelapor kemudian datang ke Polres Seruyan untuk melaporkan kejadian tersebut guna dilakukan proses sesuai hukum yang berlaku.

Setelah menyidik kasus itu, Polisi kemudian menangkap pelaku pada Sabtu 10 Juni 2023. Setelah ditangkap, pelaku juga langsung ditahan di Mapolres Seruyan.

Pelaku dijerat dengan Pasal 82 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana telah dirubah Pertama UU Republik Indonesia No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan dirubah terakhir dengan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU jo pasal 64 KUHPidana. (*)

SHARED

Komentar