Nilai Tukar Petani Di Kalteng Alami Peningkatan Sebesar 1,40 Persen

Palangka Raya – Nilai tukar petani di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini mengalami peningkatan sebesar 1,40 persen dibandingkan dengan bulan November lalu. Pasalnya, para petani saat ini menunjukan adanya peningkatan pada penghasilan mereka.

Data ini didasarkan pada perubahan NTP (Nilai Tukar Petani) berdasarkan month to month (m-to-m), yang merupakan indikator penting bagi pertumbuhan ekonomi petani.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Eko Marsoro, menyatakan, terdapat dua indikator penting yang berkaitan dengan nilai tukar petani, yaitu Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). It adalah indikator indikator yang mengukur harga komoditas yang diterima oleh petani, sementara Ib mengukur harga yang dibayar oleh petani untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Sehingga terdapat beberapa komoditas yang menjadi penyumbang terbesar dalam peningkatan It dan Ib. Untuk It, komoditas karet, kelapa sawit, dan ayam ras pedaging menyumbangkan sebesar 1,91 persen. Sementara untuk daging ayam ras, gula pasir, dan rokok kretek filter menyumbang sekitar 0,51 persen,” ucapnya melalui bahan rilis di website BPS Kalteng, Minggu (14/1/24).

Eko mengatakan, tentunya adanya peningkatan nilai tukar petani ini merupakan kabar yang baik bagi masyarakat petani di Kalimantan. Diharapkan peningkatan ini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi petani dan adanya peningkatan kesejahteraan bagi mereka.

“Namun, perlu diingat bahwa tren naik turunnya nilai tukar petani merupakan hal yang wajar dalam dunia pertanian. Serta para petani harus terus beradaptasi dengan perubahan-perubahan pasar untuk dapat tetap bertahan dan tumbuh bersama dengan kemajuan ekonomi di Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengharapkan, perkembangan nilai tukar petani di Kalteng ini dapat memberikan inspirasi bagi petani lainnya, untuk terus berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi perubahan dalam ekonomi pertanian.

“Oleh karena itu, dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani di Kalimantan dan Indonesia pada umumnya,” pungkasnya. (*)

SHARED

Komentar