Rendam 6 Daerah, BPBPK Catat Ada 14.286 KK Dan 44.270 Jiwa Terdampak Banjir

Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat ada enam daerah yang terendam banjir, keenam daerah tersebut yakni Barito Selatan, Murung Raya, Kotawaringin Barat, Barito Utara, Kapuas, dan Palangka Raya. Hingga mengakibatkan kurang lebih sebanyak 14.286 Kepala Keluarga (KK) dan 44.270 jiwa.

Kepala BPBPK Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, pihaknya selalu melakukan pemantauan di lapangan dan timnya selalu sigap untuk melakukan pendataan, pelaporan, bahkan mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir. Maka pihaknya selalu melakukan peringatan agar memperhatikan tingkat kewaspadaan pada saat musim banjir, begitupula terhadap debit air sudah merendam di sekitar permukiman atau rumah, segera meminta pertolongan kepada tim evakuasi.

“Saya berharap kepada masyarat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan sangat penting diperhatikan, pada saat musim banjir saat ini. Terutama  debit air naik sudah merendam di sekitar permukiman ataupun rumah segera meminta pertolongan kepada tim evakuasi,” katanya melalui rilis BPBPK, Sabtu (20/1/24).

Toyib menyampaikan, BPBPK Kalteng selalu melakukan berbagai upaya, antisipasi, maupun kewaspadaan seperti menyediakan tim evakuasi, tim kesehatan, dan berbagai pihak lainnya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di wilayah kabupaten maupun kota. Meskipun banjir awal tahun 2024 ini disebabkan oleh faktor cuaca yang terus-menerus hujan, BPBPK Kalteng selalu siap dan tanggap dalam menangani dampak banjir yang terjadi secara rutin setiap tahunnya.

“Kita sebagai masyarakat dapat turut serta membantu BPBPK Kalteng dalam mengatasi dampak banjir dengan cara melakukan kewaspadaan sejak dini dan mengikuti arahan dan peringatan dari BPBPK Kalteng. Mari bersama-sama menjadi satu kesatuan untuk menangani banjir dan melindungi masyarakat yang terdampak. Dalam situasi apapun, kepedulian dan tindakan yang cepat dapat membantu mencegah kerugian dan bahaya pada lingkungan sekitar kita,” pungkasnya. (*)

SHARED

Komentar